2 siswa_pembimbing

2 Siswa Penemu Obat Kanker-Akar Bajakah Peraih Medali Emas WICO

Diposting pada

2 Siswa suku dayak penemu obat kanker,yaitu akar bajakah,baru-baru ini mengejutkan dunia.bagaimana tidak,ajang perlombaan yang di ikuti oleh wakil seluruh dunia,medali emas di raih,oleh siswa berasal dari indonesia.

Kanker,merupakan penyakit misterius yang sulit di deteksi,bahkan pada level tertentu,hingga pada level tertinggi yaitu,kanker stadium empat.

Inspirasi ini berangkat dari dua siswa,Anggina rafitri dan Aysa aurealya maharani,yang melakukan penelitian,terhadap tumbuhan bajakah.

Pada maret sampai juli 2018,tiga orang siswa menengah atas di kalimantan tengah,melakukan penelitian terhadap tanaman bajakah.

Ketiga siswa tersebut yaitu Yazid akbar,Anggina rafitri,Aysa aurealya maharani.awalnya ketiga siswa tersebut,melakukan penelitian untuk tugas sekolah.

Yasid,anggina dan Aysa bersekolah di SMA 2 negeri palangkaraya,Kalimantan tengah.

Sebelum-nya,bajakah hanya di olah dengan cara tradisional dan sangat sederhana.setelah beberapa kali melakukan uji coba,akhirnya,

Bajakah
Screenshoot program kompas tv

Pada mei 2019,ketiga siswa melakukan uji coba resmi terhadap tanaman bajakah,di Universitas Lambung Mangkurat,banjarmasin,kalimantan selatan.

Dan setelah melakukan uji laboratorium,hasil-nya terbukti,tanaman bajakah mempunyai banyak sekali kandungan,yang berfungsi menangkal zat kanker.

Pada 12 mei 2019,penelitian yang di lakukan ketiga siswa asal SMA 2 negeri palangkaraya,di lombakan di Universitas Pendidikan UPI,kota bandung.

Aysa dan anggina,tidak menduga karya yang di bawa-nya,ternyata juara 1 nasional,se-indonesia,dan mendapatkan medali emas,dari karya akar bajakah.

Berangkat dari prestasi itu akhirnya,pada 25juli 2019 Anggina dan Aysa mengikuti,perlombaan tingkat internasional di kota Seoul,korea selatan.

Aysa_Anggina
Screenshoot program kompas tv

Anggia dan Aysa mewakili indonesia,dalam bidang ilmu kehidupan,WICO World Invention Creativity Olimpic.

Pada 28 juli 2019,lagi-lagi anggina dan aysa tidak menyangka,mereka di nobatkan sebagai juara dunia,mendapatkan medali emas,kategori Life Science.

Medali-emas_WIKO
Screenshoot program kompas tv

Lalu bagaimana akar bajakah,bisa di buktikan sebagai obat penyembuh kanker?

Anggina dan aysa menuturkan,sebelum akar bajakah,di jadikan obat kanker,sebelum-nya,akar bajakah di keringkan.lalu di tumbuk hingga menjadi bubuk,baru kemudian di manfaatkan.

Menurut Helita yang di wawancara salah satu program kompas tv’mengatakan,penelitian pertama di lakukan terhadap mencit atau tikus kecil.

Mencit,atau tikus putih kecil,sebelum-nya secara sengaja di suntikan,sel tumor atau kanker oleh ahli.

Setelah mencit di suntik zat pemicu kanker kemudian,beberapa hari di biarkan membesar.

Setelah sel kanker tumbuh besar lalu,ramuan bajakah,di suntikan,pada mencit tikus kecil.

Selanjutnya lalu di lakukan uji laboratorium,pada hari ke 60.menurut “Helita,hasilnya sangat luar biasa.hanya dalam waktu 60 hari,kanker yang terdapat pada mencit,hilang seketika,dan tidak kembali.

Setelah di lakukan terapi selama 30 hari,akar bajakah terbukti efektif mengurangi,dan mencegah berkembang-nya sel kanker.

Menurut peneliti Universitas Lambung Mangkurat Bpk Eko Suhartono,”mengatakan bahwa,tumbuhan bajakah memiliki banyak sekali kandungan antioksidan yang sangat tinggi,atau Petokimia.

Antioksidan berfungsi sebagai,penangkal anti kanker.dan bajakah juga terdapat kandungam,seperti tanin,flafonoid,steroid,dan senyawa lain tambah”Bpk Eko.

Eko-suhartono
Screenshoot program kompas tv

Menurut “Eko suhartono,tanin dan flafonoid berperan sebagai,penangkal zat senyawa Hidroksil yaitu sel pemicu kanker.tanin dan flafonoid juga berfungsi sebagai,penghambat berkembang-nya sel kanker.

Menurut kepala sekolah,yang juga di wawancara “Aiman Kompas tv,mengatakan bukan hal mudah,pencapaian yang di lakukan Aysa dan Anggina.

Menurut kepala sekolah Razul zaidi,di sekolah SMA 2 negeri palangkaraya,banyak sekali kegiatan yang di lakukan,oleh para siswa-nya.

Aiman_Razul zaidi_Aysa_Anggina
Screenshoot program kompas tv

Menurut-nya di sekolah mempunyai kegiatan Akademik dan non akademik.kegiatan non akademik salah satunya yang di lakukan Anggina dan Aysa.

Walaupun,kegiatan non akademik cukup menyita waktu belajar namun,pihak sekolah selalu memantau,dan berkomunikasi secara intens dengan orang tua masing-masing.

Menurut Anggina dan Aysa yang di temui bersama guru pembimbing-nya,mengatakan mereka sangat antusias sekali,mengembangkan penelitian,mengenai akar bajakah.

Yazid_Helita_Aiman_Anggina_Aysa
Screenshoot program kompas tv

Kenapa Anggina dan Aysa sangat antusias? Menurut mereka,penemuan-nya ingin di kembangkan agar bisa membantu orang banyak,khususnya yang memiliki penyakit kanker.

Kanker termasuk penyakit ganas,yang susah di deteksi bahkan paling mematikan di seluruh dunia,tambahnya.

Menurut ‘Helita mengatakan,sebenarnya penemuan ini bukanlah yang pertama tapi,pengobatan menggunakan akar bajakah memang,sudah di tuturkan secara turun temurun,oleh suku kalimantan,dalam hal ini yaitu suku dayak.

Helita menambahkan,bajakah adalah tradisi pengobatan yang di lakukan secara temurun,sebagai bentuk,menjaga tradisi kearifan lokal khususnya bumi kalimantan.

Sebelum-nya akar bajakah,hanya di gunakan dan di tuturkan secara lisan dan turun temurun,hingga akhirnya di nobatkan,dan di anugerahi juara nasional,maupun internasional.

Menurut ‘Helita’ penelitian mengenai akar bajakah,berkat salah satu siswa yang bernama ‘Yazid akbar.

Yazid_Helita
Screenshoot program kompas tv

Yasid menuturkan bahwa keluarga-nya memiliki tradisi pengobatan,yang sangat jarang di ketahui oleh orang awam.saat itu salah satu keluarga Yazid yaitu nenek,mengidap kanker stadium empat.

Awalnya keluarga yasid menemukan obat kanker ini karena,kondisi saat itu tidak memiliki biaya untuk terapi kemoterapi.

Namun,nenek yazid yang sebelumnya mengidap kanker stadium empat,hilang total setelah dua bulan,mengkonsumsi ramuan akar bajakah.

Menurut ‘Helita‘ bahwa akar bajakah memiliki empat puluh macam kandungan.yang terkandung dalam akar bajakah di antara-nya,Saponin,Terenoid,Flafonoid,Tanin,Steroid,Akonoid.

Dan kandungan yang efektif menangkal radikal bebas,dan mematikan sel kanker adalah,Fenolik,Steroid,Tanin,Alkonoid,Saponin,Terpenoid.

Dan yang paling unik,tumbuhan bajakah hanya bisa tumbuh di bumi kalimantan,sampai saat ini,di dunia maupun sebagian indonesia,belum pernah di temukan.

Dengan ada-nya penemuan yang di lakukan,Yasid,Anggina,dan Aysa,seakan menjawab kebutuhan dunia,yaitu obat anti kanker.

Selama ini,mengobati kanker hanya di lakukan terapi radiasi,atau kemoterapi,semoga dengan adanya penemuan ini,semakin berkurang penderita kanker di seluruh dunia.

Kita semua juga,harus mendukung atas apa yang di lakukan ketiga siswa berprestasi ini.

Khususnya pemerintah agar,memberi jaminan,termasuk keselamatan,memberi fasilitas lebih agar kemudian hari,bisa bermanfaat untuk negara,dan dunia.

Kesimpulan

Bahwa tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini,seperti yang di lakukan Yasid,Anggina,Aysa menciptakan hal yang sederhana,namun mampu di akui dunia.

Walaupun perjuangan mereka,hanya di dukung oleh keluarga,namun semuanya berakhir dengan hasil yang membanggakan bangsa.

Kita semua,seluruh dunia harus bangga,bahwa suku dayak asli indonesia,mampu menciptakan obat kanker untuk seluruh dunia.

Semoga Yazid,Aysa,Anggina bisa menjadi inspirasi untuk kita semua.

Gambar Gravatar
Menulis adalah cara yang tepat untuk menghilangkan rasa jenuh. Dengan menulis kita bisa mengolah rasa perasaan di dalam hati sesuai keinginan kita. Menulis bisa melawan penyakit hati dan membantu otak selalu segar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.